Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

"MIRACLE"

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari "Tujuh keajaiban dunia". Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh keajaiban dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa
ketidak-sesuaian, sebagian besar daftar berisi ;

1). Piramida
2). Taj Mahal
3). Tembok Besar Cina
4). Kuil Angkor
5). Menara Eiffel
6). Menara Pisa
7). Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab,
"Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya". Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantunya memilihnya".

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, Saya pikir "Tujuh Keajaiban Dunia" adalah,

1). Bisa Melihat
2). Bisa Mendengar
3). Bisa Menyentuh
4). Bisa Menyanyangi

Dia ragu lagi sejenak, dan kemudian melanjutkan,
5). Bisa Merasakan
6). Bisa Tertawa
7). dan Bisa Mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "Keajaiban". Sementara kita lihat lagi semua yang telah TUhan karunuiakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai hal yang "Biasa". Semoga kita selalu diingatkan tentang segala sesuatu hal yang benar-benar ajaib dalam kehidupan kita.

#########

* Sebagian orang mengatakan "Kesempatan itu datang hanya sekali". That's not true, Kesempatan itu selalu datang, kepada mereka2 yang siap menanggapinya.

Kamis, 24 November 2011

Kata - kata bijak dari Nabi Muhammad



>> Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.


>> Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.


>> Makanlah Sebelum Lapar dan Berhentilah Sebelum Kenyang.


>> Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan.


>> Pahlawan bukanlah orang yang berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah.


>> Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.


>> Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.


>> Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.


>> Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.


>> Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.


>> Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.


>> Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja.


>> Seseorang yang optimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.


>> Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.


>> Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.


>> Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.


>> Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.


>> Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.


>> Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.


>> Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.


>> Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci, karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.


>> Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.


>> Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.


>> Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri.


>> Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.


>> Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.


>> Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksanaan sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan.


>> Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.


>> Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.


>> Sifat orang yang berilmu tinggi adalah merendahkan hati kepada manusia dan takut kepada Tuhan.

Sumber kaskus.us

Jumat, 18 November 2011

Pandang Hidup Dan Optimisme

Sahabat, cara pandang hidup akan mempengaruhi masa depan seseorang. Karena cara pandang hidup inilah yang akan menjadi cara hidup. Dari cara hidup, akan menentukan cara bersikap. Dan dengan sikap, orang akan menemukan takdirnya. Tidak semua takdir telah tertulis, ada sebagian takdir yang dalam genggaman orang itu sendiri. Selamat membaca cerita motivasi di bawah ini

Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis, “Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.

Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, “Ooo… ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak.” Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.

Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya dengan sangat bahagia. Ia berkata, “Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak.”

Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata pada ibunya, “Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu.”

Kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata yang terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap realistis dan mewujudkannya dalam bentuk KERJA.

(Disadur dari: William Hart, The Art Of Living)

Sumber http://www.resensi.net


Kamis, 17 November 2011

Don't Stop Be A High Achiever

Banyak mendengar dan rendah hati sejatinya saling bertautan. Sifat banyak mendengar yang dipunyai oleh seseorang, niscaya akan berdampak atau berpotensi menjadikan orang tersebut bersifat rendah hati. Sebaliknya,orang yang bersikap rendah hati (humble) akan lebih banyak mendengar. Mengapa demikian ? Salah satu ciri kerendahan hati adalah mau mendengar pendapat, saran dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahwa Tuhan memberi kita dua buah telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja, kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan. Harus diakui, kegiatan mendengar bukanlah suatu pilihan yang kita ambil dengan perasaan suka cita. Hampir bisa dipastikan, kebanyakan orang lebih suka berbicara bukan ? Cobalah bercermin ke diri kita sendiri. Kita senang mengungkapkan gagasan-gagasan kita. Kita juga merasa lebih enak memperkenalkan posisi, menonjolkan pendapat dan perasaan kita.

Sebenarnya,kebanyakan orang tidak ingin mendengar seperti halnya keinginan mereka berbicara dan didengarkan. Karena itulah kita lebih memusatkan perhatian pada kata-kata yang akan kita ucapkan daripada memberi perhatian penuh pada apa yang diutarakan orang lain. Selain itu, kita sering menyaring kata-kata orang lain berdasarkan pendapat dan kebutuhan kita sendiri. Jika kita melihat sisi negatif, mendengarkan orang yang sedang berbicara terkadang tanpa kita sadari terasa membebani kita. Namun jika kita selalu melihat sisi positif, dengan mau mendengarkan orang lain, kita dapat memecahkan sebagian besar masalah yang sedang dihadapi oleh orang tersebut.

Mendengar juga berarti mau membuka diri dan menerima. Suatu sifat yang menggambarkan kerelaan untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain maupun diri kita sendiri. Sikap rendah hati, mengharuskan kita membuang ego jauh-jauh. Dan hal ini, kadang bagi sebagian orang sangat sulit dilakukaan ! Di antara sekian banyak ego antara lain adalah ego ingin menonjol, ingin dominan, ego ingin lebih dikenal ataupun ego ingin selalu didengar dan diperhatikan orang lain. Ego-ego ini akan sulit dihilangkan jika kita tidak mempunyai keinginan untuk berubah dari yang bersikap sombong mau menang sendiri berubah menjadi bersikap rendah hati. Jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, sifat orang yang tidak rendah hati, diantaranya adalah pertama, tidak bisa menerima kritikan walaupun itu sesuatu yang konstruktif.

Ketika menerima kritikan, hal pertama yang dilakukan adalah menolak dan mencari alasan pembenaran untuk menutupi kelemahannya. Jika kita melihat dari sisi positif kritikan sebenarnya adalah ungkapan tulus orang lain yang mau menunjukkan kekurangan yang ada pada diri kita. Justru seharusnyalah kita berterimakasih jika ada teman atau sahabat yang bersedia mengkritik. Namun harus diakui kebanyakan dari kita lebih suka minta dipuji daripada dikritik. Kemudian yang kedua, tidak mau menerima kelebihan yang dimiliki orang lain. Idealnya, segala sesuatu yang menunjukkan kelebihan positip yang dimiliki orang lain hendaknya dikagumi. Sejatinya, mengagumi kelebihan orang lain, akan menjadikan kita terobsesi untuk meneladani orang tersebut.

Belajar dari kelebihan orang lain akan membantu kita untuk mengoreksi sikap-sikap kita yang selama ini tanpa kita sadari banyak kekurangannya. Mungkin Anda pernah mendengar peribahasa Jawa yang berbunyi "ngluruk tanpa bala(menyerang tanpa pasukan), menang tanpa ngasorake (menang tanpa harus menindas), lan sugih tanpa bondo (kaya tanpa harta)". Sejatinya makna filosofis yang terkandung dari ajaran itu sangat dalam! Penjelasan dari peribahasa itu adalah; dalam memenangkan suatu persaingan, kita tidak perlu menunjukkan kehebatan maupun memamerkan apa yang kita miliki.

Bahkan, ketika kita menang sekali pun, tidak perlu kita pamer atau menunjukkan kesombongan atau mempermalukan pesaing atau kawan kita.. Dari beberapa penjelasan di muka, kiranya dapat disimpulkan, bahwa hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati ! Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa nyaman dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

Jim Collins, pakar management kondang, dalam bukunya yang sangat bagus,Good to great, mengajarkan kepada kita, bagaimana sikap rendah hati itu harus dimiliki oleh para pemimpin masa kini. Ada beberapa hal yang menarik dari hasil penelitian Collins dan dua puluh orang asistennya selama lima tahun dengan metodologi ilmiah yang sangat solid, yang menjadi bahan dasar buku tersebut.

Dari awal, Collins sudah berkali-kali berpesan kepada tim risetnya untuk tidak memedulikan faktor pemimpin dalam mencari kunci sukses perusahaan. Ia sadar bahwa kepemimpinan memang cenderung "bersifat romantis" yaitu kalau perusahaan sukses,
itu pasti karena pemimpinnya, demikian juga kalau gagal jangan selalu menyalahkan anak buah.

Menurut Collins, pemimpin yang disebut sebagai "Level 5 Leaders" adalah para pemimpin yang rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, bahkan cenderung pemalu. Mereka menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa berupaya mencari perhatian dan pujian publik. Apabila mereka berhasil, mereka selalu berusaha untuk memberi kredit kepada orang lain atau hal lain di luar diri mereka. Apabila ada kegagalan, mereka bertanggung jawab secara pribadi dan tidak mencari kambing hitam. Ambisi mereka adalah untuk kelanggengan perusahaan, bukan penggemukan dan kepentingan diri.

Patih Gadjahmada, Ahmadinejad, Soekarno, Ciputra adalah contoh-contoh pemimpin yang memenuhi sebagai "Level 5 Leaders". Apakah Anda setuju? Salam perjuangan!

Sumber Jim Collins - Level 5 Leadership
http://www.jimcollins.com

Jangan Berhenti, Teruslah raih hal yang lebih besar.
Don't Stop Be A High Achiever.

Kamis, 10 November 2011

Berawal Dari Sebuah Mimpi

Mungkin kita sering mendengar kalimat "It's all about dreams, began as a dream", dan kalimat "just a dream". Semua kalimat sederhana yang membangkitkan motivasi,,kenapa?? Lebih jelasnya saya uraikan di bawah ini.

Segala sesuatu yang terjadi, dimulai dari sebuah khayalan. Segala yang anda capai, dimulai dengan angan-angan di pikiran.

Apa yang anda sekarang angankan, bila kita bicara tentang setahun, dua atau tiga tahun kedepan?? Apakah anda melihat masalah, dan segala sesuatu yang berantakan?? Ataukah anda melihat peluang dan keberhasilan??

Tidak ada batas bagi sebuah Imajinasi. Anda boleh meng-khayalkan apa saja. Khayalan tidak bisa dibatasi realitas fisik, kesulitan keuangan, rasa takut, penolakan, dan apa saja yang mengurung anda di "Dunia Nyata".


Bayangkan masa depan dan biarkan diri anda melaju dengannya. Tinggalkan kendala di belakang, dan tampilkan hidup yang anda ingin jalankan. Hidup yang anda ciptakan akan di mulai dari angan anda. Ciptakan angan-angan terbaik, dan mulai bertindak untuk mewujudkannya.

////

Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa pernah kita kehilangan semangat.


So keep on spirit guys,,

Azam

Rabu, 09 November 2011

Kisah Seekor Belalang

Hi guys,,mungkin kita pernah mendengarkan sebuah karya dari Group Band Sheila On 7 yang berjudul Melompat lebih Tinggi. Lagu tersebut menginspirasi saya untuk menuliskan artikel ini,,,yang mungkin bila di cermati pastinya akan memotivasi kita walaupun sedikit. Langsung aja guys,,Chek this out

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun ia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dari saya, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk fisik?"

Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan "Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebaas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan". Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

/////

Dari cerita di atas, kita bisa menarik kesimpulan.
Bahwa terkadang kita sebagai manusia, tanpa sadar pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma massa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atauu bahkan pendapat tetangga. Seolah membuat kita terkurung dalam sebuah kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita.

Kita juga lebih sering mempercayai mentah-mentahapapun yang mereka voniskan kepada kita, tanpa pernah berpikir benarkah anda seperti itu?? Bahkan lebih buruk lagi,kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tidakkah anda pernah mempertanyakan kepada nurani anda bahwa anda bisa "Melompat lebih tinggi dan Lebih jauh", pun itu jika anda mau menyingkirkan "Kotak" itu?? TIdakkah anda ingin membebaskan diri agar anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini anda anggap luar biasa dan diluar batas kemampuan anda?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu kawan, teruslah berusaha mencapai apapun yang ingin anda capai. Sakit memang, lelah pasti, jenuh mesti, tapi bila anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Kehidupan anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk anda. Dan ingatlah, semua hal besar di dunia ini Berawal dari sebuah Mimpi kecil.

So Keep on spirit Guys...!!!

Azam

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites